Obat Epilepsi – Efektif dan Aman Tanpa Efek Samping

Obat Epilepsi – Efektif dan Aman Tanpa Efek Samping – Hallo sobat herbalku??? Jumpa lagi nih kita di situs sederhana yang menyediakan ragam informasi kesehatan, manfaat tanaman dan juga rekomendasi obat herbal yang terbukti efektif dan aman serta berlegalitas BPOM RI. Nah, dari yang diketahui terdapat ragam macam informasi kesehatan yang patut kita ketahui nih guys. Di mana dengan mengetahuinya kemungkinan untuk mencegah atau mengobatinya dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus panik. Nah, salah satunya yaitu informasi mengenai penyakit epilepsi. Mungkin sebagian sobat sudah tahu apa yang dimaksud dengan epilepsi atau bahkan masih ada yang penasaran dengan penyakit ini. Ok tak perlu menunggu lama, di kesempatan kali ini saya akan membantu sobat yang ingin mengenal penyakit epilepsi dan obat epilepsi yang dapat digunakan. Yuk, langsung aja disimak ulasannya sampai akhir ya guys!!!

Epilepsi sendiri dikenal sebagai penyakit yang umum terjadi di kalangan masyarakat dunia. Nah, dari yang diketahui sekitar 1% (65 juta) penduduk dunia menderita epilepsi. Dan dari yang diketahui juga hampir 80% epilepsi terjadi di negara-negara berkembang. Selain itu epilepsi yang terjadi juga diketahui lebih rentan dialami dengan seiring berjalannya usia. Di negara-negara berkembang penyakit epilepsi ini sering terjadi dikalangan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa muda. Sedangkan di negara-negara maju, kasus epilepsi lebih sering terjadi di kalangan anak-anak dan manula.

Nah, untuk membantu mengatasi masalah epilepsi ini atau bagi sobat yang ingin mengatasi epilepsi secara alami dan menyeluruh dengan aman tanpa efek samping. Kami rekomendasikan sobat sebuah produk herbal unggulan bernama Walatra Brain Nutrition.

Obat Epilepsi - Efektif dan Aman Tanpa Efek Samping

Nama Produk : Jamu Brain Nutrition
Harga : Rp.175.000,-/btl (belum termasuk ongkir)
Isi : 60 kapsul
Legalitas :

  • BPOM RI (POM TR 163392961)
  • Sertifikat HALAL MUI

Informasi lengkapnya silahkan klik di sini!!!

Walatra Brain Nutrition ini merupakan sebuah produk herbal yang diformulasi secara khusus untuk membantu merawat kesehatan otak, melindugi otak dari serangan penyakit juga sekaligus membantu mengobati penyakit yang berkaitan dengan otak. Produk herbal yang satu ini terbuat dari 100% bahan herbal murni tanpa campuran bahan kimia sedikitpun sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi. Di samping itu, produk herbal yang satu ini juga dibuat secara khusus dengan bantuan teknologi nano modern. Dengan pengolahan teknologi nano ini diketahui dapat membantu penyerapan dan penyebaran partikel obat ke seluruh tubuh menjadi lebih cepat dan mudah masuk ke sela-sela terkecil dalam tubuh. Sehingga dengan begitu, kandungan yang terdapat dalam partikel obat Walatra Brain Nutristion akan dapat memproses penyakit secara menyeluruh sampai ke akar suatu penyakit dengan cepat, tepat dan tentunya dengan aman tanpa efek samping.

Nah, salah satu kemampuan yang dimiliki Walatra Brain Nutristion ini yaitu mampu membantu mengobati epilepsi secara menyeluruh dengan cepat, tepat dan pastinya dengan aman tanpa efek samping yang akan merugikan kesehatan tubuh. Sobat penasaran dengan kemampuan dari Walatra Brain Nutrition ini sebagai obat epilepsi??? Ok, tunggu apa lagi langsung disimak aja ulasannya sampai akhir ya guys!!! Namun sebelum membahas mengenai kemampuan yang dimiliki Walatra Brain Nutrition sebagai obat epilepsi. Bagi sobat yang beminat untuk memesan atau ingin bertanya mengenai Walatra Brain Nutrition, sobat bisa langsung menghubungi kami via SMS atau pesan Whatsapp, dengan mengirimkan format pesan berikut ini :

OWB : Jumlah pesanan : Nama : Alamat Lengkap : No.Hp/Tlp
kirim SMS/WA ke no :
082219505353

Catatan : Kode OWB wajib dicantumkan saat memesan atau bertanya mengenai produk Jamu Brain Nutrition. Hal ini dilakukan untuk mencegah kekeliruan saat memberikan informasi dan pengiriman barang.

Jika sobat telah mengirimkan format pesan tersebut lengkap dengan kode “OWB” ke nomor kontak yang telah tersedia. Admin kami akan membalas pesan sobat dengan memberikan rincian lengkap mengenai produk herbal Walatra Brain Nutrition. Nah, jika sobat berminat untuk memesannya dan sepakat dengan yang telah dijelaskan oleh admin kami. Kemungkinan admin kami akan meneruskannya dengan memberikan informasi mengenai rincian jumlah harga yang harus sobat bayar berserta no rekening sebagai perantara pembayarannya.

Obat Epilepsi – Walatra Brain Nutrition Terbukti Efektif dan Aman Tanpa Efek Samping

Yup, salah satu khasiat yang dimiliki Walatra Brain Nutrition adalah membantu mengobati penyakit epilepsi secara alami dan menyeluruh dengan aman tanpa efek samping yang akan merugikan kesehatan tubuh. Nah, mengenai kemampuan dari Walatra Brain Nutrition sendiri diketahui di dapat dari bahan herbal yang menjadi komposisinya. Bahan herbal tersebut tak lain adalah pegagan berkualitas baik.

Pegagan sendiri dikenal sebagai salah satu tanaman liar, namun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Nah, akhir-akhir ini pegagan dikatakan sebagai tanaman herbal yang sangan berkhasiat untuk kesehatan otak. Hal ini dikarenakan para peneliti menemukan sejumlah senyawa yang memiliki potensi untuk membantu merawat kesehatan otak dan juga berkhasiat untuk mengobati sejumlah gangguan kesehatan yang berkaitan dengan otak. Nah, salah satunya adalah penyakit epilepsi.

Efektivitas Senyawa Aktif Dari Pegagan Sebagai Obat Epilepsi

Epilepsi sendiri dikenal sebagai salah satu kondisi penyakit yang diketahui terjadi akibat sejumlah gangguan kesehatan atau kerusakan yang terjadi pada otak. Nah, daun pegagan yang merupakan bahan utama dari Walatra Brain Nutrition ini bisa menjadi alternatif obat epilepsi herbal yang sangat efektif dan aman untuk sobat cobat. Dari beberapa penelitian mengenai tanaman pegagan ini menyebutkan bahwa pegagan merupakan tanaman herbal yang sangat baik untuk dijadikan sebagai makanan otak. Yup, hal ini dikarenakan pegagan ini kaya akan kandungan senyawa aktif dan nutrisi yang sangat bermanfaat untuk menutrisi otak dan membantu mengatasi sejumlah gangguan kesehatan yang terjadi pada otak.

Nah, di samping itu, pegagan juga dikenal sebagai tanaman yang kaya akan antioksidan yang sangat tinggi. Zat antioksidan yang dimiliki pegagan diketahui berfungsi untuk membantu menghilangkan plak dan radikal bebas di otak serta membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada otak. Sehingga dengan begitu mampu membantu merangsang jalur saraf dan mengendalikan fungsi saraf dengan baik. Di samping itu, kandungan yang dimiliki pegagan juga dikenal sangat baik untuk membantu meredakan stres dan gangguan kecemasan yang menjadi faktor pemicu terjadinya kejang pada penderita epilepsi.

Bukan hanya itu, senyawa pegagan dari Walatra Brain Nutrition juga diketahui akan dapat membantu mengatasi sejumlah cedera otak, stroke, tumor otak, gangguan saraf, meningitis dan sejumlah kondisi lainnya. Nah, sejumlah kondisi yang telah disebutkan juga dikenal sebagai penyebab dari epilepsi. Sehingga dengan kata lain, kemampuan dari kandungan pegagan ini akan sangat efektif untuk membantu mengobati penyakit epilespi secara menyeluruh sampai ke akarnya.

Nah, jadi dengan kata lain, Walatra Brain Nutrition ini bisa menjadi alternatif obat epilepsi yang tepat dan sesuai bagi sobat yang ingin mengatasi epilepsi secara alami dan menyeluruh sampai ke akanya dengan aman tanpa efek samping.

Khasiat Walatra Brain Nutrition Selain Sebagai Obat Epilepsi

Bukan hanya dikenal baik sebagai obat epilepsi, nyatanya Walatra Brain Nutrition ini juga dikenal sangat efektif untuk mengatasi sejumlah kondisi lain yang mempengaruhi kesehatan otak. Beberapa manfaat dan kemampuan lain yang dimiliki Walatra Brain Nutrition ini di antaranya :

  • Merawat kesehatan otak dan melindungi otak dari sejumlah serangan penyakit.
  • Sebagai makan otak terbaik yang dapat memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan otak.
  • Membantu meningkatkan fungsi otak, kecerdasan, daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan.
  • Melancarkan aliran darah, oksigen dan nutrisi ke otak.
  • Mengatasi pembengkuan darah di otak.
  • Mencegah dan mengatasi berbagai masalah kesehatan otak seperti stroke, alzheimer, dimensia, meningitis, dll.
  • Sebagai obat penenang gangguan kecemasan, stres, dll.
  • Mengatasi kondisi pikun/lupa.
  • Membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan otak yang rusak.
  • Mengatasi peradangan dan cedera di otak.
  • Mencegah dan memperbaiki kerusakan saraf pusat.

Kemampuan dari Walatra Brain Nutrition sebagai obat epilepsi atau sebagai obat penyakit lainnya ini, tidak perlu sobat ragukan lagi. Hal ini dikarenakan kandungan dari pegagan yang menjadi komposisi dari Walatra Brain Nutrition ini telah banyak diteliti oleh para peneliti yang ahli dibidangnya. Selain itu, manfaat dari pegagan sendiri juga telah banyak dibuktikan oleh sejumlah masyarakat yang telah memanfaatkan pegagan sebagai obat herbal untuk mengatasi penyakit yang mereka alami. Oleh karena itu sobat tidak perlu khawatir lagi dengan khasiat dan keamanan dari pegagan yang menjadi komposisi Walatra Brain Nutrition ini. Dijamin efektif dan berkhasiat menyembuhkan penyakit dengan aman tanpa efek samping.

Selain itu, Walatra Brain Nutrition juga telah dikenal sebagai produk herbal yang telah telah terdaftar dan memiliki legalitas resminya dengan No. Reg. POM TR  163392961 dan telah bersertifikat HALAL dari MUI. Nah, yang mana hal ini juga menjadi bukti bahwa manfaat dan keamanan dari Walatra Brain Nutrition sudah tidak perlu diragukan lagi. Sehingga dengan kata lain kualitasnya ini sudah terjamin sepenuhnya, dijamin berkhasiat, efektif dan aman.

Obat Epilepsi - Efektif dan Aman Tanpa Efek Samping

Mengenal Epilepsi – Gejala – Penyebab – Obat Epilepsi

Epilepsi sendiri dikenal sebagai suatu kondisi yang menyebabkan penderitnya mengalami kejang secara berulang. Kondisi ini diketahui dapat terjadi akibat adanya kerusakan atau perubahan yang terjadi di dalam otak. Selain itu, sejumlah sumber juga menyembutkan bahwa epilepsi juga dapat terjadi akibat adanya gangguan kelitrikan pada susunan otak sehingga menyebabkan gangguan sistem saraf pusat. Yang mana kondisi ini diketahui dapat menyebabkan terjadinya kejang, sensasi atau prilaku yang tidak biasa sampai kehilangan kesadaran. Dari yang diketahui gangguan kelistirikan sususan saraf otak ini dapat terrjadi akibat kelainan pada jaringan otak, ketidak seimbangan zat kimia di dalam otak atau kombinasi dari beberapa faktor penyebab tertentu.

Kejang yang terjadi pada penyakit epilepsi ini diketahui sebagai gejala utama yang terjadi ketika impuls listrik pada otak melebihi batas normal. Kondisi ini diketahui dapat menyebar ke sekelilingnya, sehingga menimbulkan sinyal listrik yang tak terkendali. Yang mana sinyal tersebut juga akan terkirim pada otot. Nah, hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya kedutan hingga kejang.

Dari yang diketahui kejang yang terjadi pada penderita epilepsi memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Mulai dari yang berlangsung beberapa detik dan hanya seperti memandang dengan tatapan kosong, atau bahkan terjadi dengan gerakan lengan dan tungkai berulang kali.

Epipsi juga dikenal sebagai salah satu penyakit yang dapat terjadi pada semua usia baik wanita ataupun pria. namun dari yang diketahui penyakit epilepsi ini umumnya bermula pada usia anak-anak, atau juga dapat terjadi pada usia lebih dari 60 tahun.

Gejala Epilepsi

Dari kasus yang pernah terjadi mengenai kasus epilepsi ini diketahui bahwa gejala yang paling umum dari penyakit epilepsi ini yaitu kejang yang berulang. Kejang yang terjadi pada setiap individu juga diketahui dapat bervariasi tergantung bagian otak mata yang terganggi pertama kali dan seberapa jauh gangguan tersebut terjadi. Nah, dari yang diketahui kejang yang terjadi pada epilepsi dapat dibagi menjadi 2 berdasakan kondisi aktivitas otak yang abnormal, di antaranya yaitu kejang umum dan kejang parial.

1.Kejang Umum

Kejang umum diketahui dapat terjadi pada seluruh bagian otak dan menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh. Selain itu, dari yang diketahui kejang umum juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis di antaranya :

  • Kejang Tonik-klonik

    Jenis kejang umum yang satu ini diketahui sebagai gejala epilepsi yang paling umum terjadi. Gejala kejang umum yang satu ini juga diketahui dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap tonik dan tahap berikutnya adalah tahap klonik. Tahap tonik dikenal sebagai suatu gejala epilepsi yang ditandai dengan hilangnya kesadaran, tubuh menjadi kaku, serta tubuh dapat jatuh ke lantai. Sedangkan tahap klonik merupakan tahapan epilepsi yang ditandai dengan anggita tubuh bergerak-gerak (kelojotan), kehilangan kendali atas buang air kecil dan buang air besar, lidah tergigit, serta sulit bernapas. Dari yang diketahui kejang jenis ini daat berhenti setelah beberapa menit. Setelah itu, penderita akan merasa pusing, bingung, lelah dan sulit mengingat apa yang telah terjadi terhadapnya.

  • Kejang Petil-mal

    Untuk jenis kejang umum yang satu ini diketahui sering terjadi pada anak-anak. Kejang petil-mal ditandai dengan memandang dengan tatapan kosong atau melakukan gerakan tubuh yang halus seperti mata berkedip atau mengecap bibir. Nah, kejang umum ini diketahui dapat menyebabkan kehilangan kesadaran yang singkat.

  • Kejang Tonik

    Sedangkan untuk kejang umum ini diketahui sebagai jenis kejang epilepsi yang dapat membuat semua otot kaku seperti kejang tonik-klonik tahap pertama. Yang mana kondisi ini dapat membuat tubuh kehilangan keseimbangan dan dapat menyebabkan orang yang mengalaminya terjatuh. Dari yang diketahui kejang tonik dapat mempengaruhi otot punggung, lengan dan tungkai.

  • Kejang klonik

    Kejang yang satu ini diketahui terjadi sebagai gerakan otot berkedut yang berulang atau berirama seperti halnya fase keuda dari kejang tonik klonik. Walaupun demikian namun untuk jenis kejang klonik ini diketahui pada awalanya tidak membuat otot menjadi kaku. Kejang klonik biasanya terjadi pada otot leher, wajah, dan lengan.

  • Kejang atonik

    nah, untuk kejang umum atonik ini diketahui dapat menyebabkan semua otot tubuh mengendur atau kehilangan kendali, yang mana kondisi ini diketahui dapat membuat tubuh terjatuh. Selain itu, kejang jenis ini juga diketahui dapat menyebabkan seseorang yang mengalaminya kehilangan kesadaran. Nah, kejang atonil ini diketahui dapat berlangsung sangat singkat dan orang yang mengalaminya akan langsung bangun kembali.

  • Kejang mioklonik

    Jenis kejang yang satu ini diketahui sebagai kontraksi tiba-tiba dari otot lengan, tungkai atau seluruh tubuh. Dari yang diketahui kejang mioklonik ini biasanya terjadi setelah bangun tidur dan berlangsung selama kurang dari satu detik. Walaupun diketahui demikian ternyata beberapa penderita juga dilaporkand apat merasakan kejang ini selama beberapa saat.

2. Kejang Parsial

Nah, untuk kasus gejala epilepsi berupa kejang parsial atau fokal diketahui bahwa otak yang mengalami gangguan hanya sebagian saja. Selain itu, kejang parsial juga diketahui dapat dibagi lagi menjadi dua katergori yaitu kejang parsial sederhana (aura) dan kejang parsial kompleks.

Untuk kejang parsial sederhana diketahui dapat terjadi pada kondisi sadar dengan gejala yang munculnya yaitu berupa :

  • munculnya perasaan aneh yang sulit digambarkan
  • merasakan atau mencium sesuatu yang tidak biasa
  • tungkai dan tangan mengalami kesemutan
  • pusing
  • bagian tubuh seperti tangan menjadi kaku atau berkedut
  • perasaan gembira yang muncul seketika
  • mata seperti melihat kerlipan cahaya

dari yang diketahui kejang sederhana atau aura ini terkadang hanya sebuah pertanda bahwa kejang jenis lainnya akan muncul.

Sedangkan untuk kejang pasial kompleks diketahui sebagai kejang yang melibatkan penurunan kesadaran. Dari yang diketahui kejang ini dapat muncul di bagian otak yang disebut lobus temporal. gejala yang biasanya menyertai kejang parsial kompleks ini di antaranya yaitu :

  • memandang dengan tatapan yang kosong
  • tidak merespon keadaan disekeliling
  • melakukan gerakan secara berulang seperti menggosok-gosok tangan, menelan tau berputar-putar.

3. Status Epileptikus

Nah, selain kondisi kejang yang telah dibahas, dari yang diketahui terdapat kondisi kejang yang paling parah. kondisi tersebut dikenal sebagai status epileptikus, di mana kejang ini berlangsung lama, atau kejang berulang dengan kesadaran penderita tidak pulih di antara waktu kejang. Kondisi tersebut dikenal sebagai kondisi gawat darurat yang memerlukan penangan medis sesegera mungkin.

Penanganan medis yang dibutuhkan untuk membantu mengatasi kondisi yang terbilang parah ini yaitu di antaranya :

  • Mengalami demam tinggi
  • sedang hamil
  • menderita diabetes
  • mengalami kejang lebih dari 5 menit
  • mengalami kejang kedua, tidak lama setelah kejang pertama
  • tidak sadar atau tidak bernapas pasca kejang berhenti.
  • mengalami luka-luka di tubuh saat terjadi kejang

Penyebab Epilepsi

Dari sejumlah kasus penyakit yang telah terjadi, diketahui bahwa sebagian besar kasus epilepsi penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Terdapat dua kasus epilepsi yang dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, di antaranya yaitu.

  1. Kasus epilepsi idiopatik, yaitu kasus epilepsi yang diketahui tidak dapat dipastikan bagaimana epilepsi bermula dan berlanjut, kondisi ini tejadi dikarenaan tidak ditemukannya kelaian yang dapat menyebabkan epilepsi.
  2. Kasus epilepsi simptomatik, yaitu epilepsi dengan penyebab yang dapat diketahui. terdapat sejumlah kondisi yang menjadi penyebab epilepsi simptomatik, di antaranya yaitu
  • cedera kepala
  • stroke
  • tumor otak
  • infeksi seperti meningitis atau esefalitis
  • cedera atau kerusakan otak saat masih dalam kandungan, akibat infeksi atau nutrisi yang buruk pada saat
  • kehamilan
  • gangguan perkembangan seperti penyakit autisme dan neurofibromatosis
  • kelainan genetik

Faktor Risiko Terjadinya Epilepsi

Nah, di samping penyebab dari epilepsi tersebut, ternyata kejang yang terjadi pada penderita yang mengalami epilepsi ini diketahui dapat dipicu oleh sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi gangguan otak. Beberapa faktor tersebut di antaranya :

  • lelah atau kurang tidur
  • stres
  • tidak mengkonsumsi obat antikonvulsan atau antiepilepsi secara teratur
  • mengkonsumsi obat yang mengganggu kinerja obat antiepilepsi
  • melewatkan jam makan
  • demam tinggi
  • mengkondusmi minuman beralkohol atau NAPZA
  • Menstruasi (pada wanita)
  • Mengkonsumsi obat antidepresan atau antipsikotik tertentu
  • kilatan cahaya

Pengobatan Epilepsi

Dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa penyakit epilepsi ini tidak dapat disembuhkan. Namun pengonsumsian obat epilepsi yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien diketahui dapat membantu menstabilkan aktivitas listrik dalam otak. Selain itu pembeian obat epilepsi ang tepat dan sesuai juga diketahui dapat membantu mengendalikan kejang pada penderita epilepsi. Pada saat meresepkan obat epilepsi dokter akan mempertimbangkan usia, jenis kejang, kondisi pasien dan obat-obatan lain yang dikonsumsi pasien. Sehingga dengan begitu resep obat epilepsi yang diberikan tidak asal-asalan.

  • Obat Epilepsi

Obat epilepsi yang biasa diresepkan adalah obat antikejang atau anti konvulsan. Nah, obat epilepsi yang satu ini juga dikenal sebagai obat yang dapat mengubah cara kerja dan pengiriman sinyal atau pesan dari sel otak. Beberapa obat antiepilepsi yang biasa diresepkan di antaranya yaitu asam valproat, carbamazepine, lamotrigine, levetiracetam, dan topiramate.

Dari yang diketahui pemberian obat epilepsi ini akan diberikan dengan dosis yang rendah pada awalan. Kemudian akan ditingkatkan secara perlahan. Kemungkinan pemeriksaan darah sebelum dan sesudah pengonsumsian obat epilepsi perlu dilakukan untuk memantau respon tubuh terhadap obat epilepsi yang diberikan. Selain itu, dari yang diketahui obat epilepsi ini diketahui dapat berinteraksi dengan pil KB. Untuk itu, kemungkinan dokter akan menyesuaikan alat kontrasepsi yang dibutuhkan.

Sama halnya dengan obat lainnya, obat epilepsi juga diketahui memilikin risiko untuk menimbulkan efek samping, baik yang tergolong ringan atau juga parah. Beberapa efek samping dari obat epilepsi yang tergolong ringan di antaranya yaitu :

  • pusing
  • lemas
  • penurunan kepadatan tulang
  • kenaikan berat badan
  • daya ingat berkurang
  • ruam kulit
  • bicara tidak lancar
  • hilangnya koordinasi gerakan

sedangkan efek samping obat epilepsi yang tergolog parah di antaranya :

  • ruam kulit yang parah
  • peradangan organ tubuh seperti organ hati
  • depresi
  • kecenderungan untuk melakukan bunuh diri

Untuk pengobatan penyakit epilepsi ini diketahui, pasien harus mengkonsumsi obat epilepsi sesuai dengan aturan yang telah diberikan oleh dokter dan tidak boleh berhenti mengkonsumsi obat epilepsi tanpa sepengetahuan dokter.

  • Operasi Epilepsi

Nah, jika obat epilepsi yang telah diberikan masih belum dapat mengendalikan kejang yang terjadi pada penderita epilepsi. kemungkinan dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi epilepsi. Dari yang diketahui operasi ini dilakukan dengan cara menghilangkan bagian otak yang menjadi penyebab kejang terjadi. Operasi ini akan dilakukan jika kejang yang terjadi disebabkanoleh masalah pada bagian otak yang dapat dhilangkan tanpa menimbulkan efek samping yang berarti seperti kemampuan bicara, bahasa, fungsi motorik, pendengaran atau penglihatan.

  • Terapi Epilepsi

Selain pemberian obat epilepsi dan operasi, epilepsi juga diketahui dapat diatasi dengan bantuan terapi. Terdapat beberapa terapi yang diketahui biasa digunakan untuk membantu mengatasi epilepsi di antaranya yaitu

  • Terapi Pemasangan Stimulator

Sebuah terapi yang dilakukan dengan memasang stimulator saraf di bawah kulit daerah tulang selangka (saraf vagus). Terapi ini diketahu berfungsi untuk membantu mengurangi frekuensi dan intensitas kejang yang sering terjadi.

  • Terapi Deep Brain Stimulation

Selain terapi tersebut epilepsi juga dapat dibantu dengan terapi yang dilakukan dengan cara memasangkan elektroda pada bagian otak yang disebut dengan thalamus. Pemasangan elektroda ini akan disambungkan dengan stimulator di tukang dada atau tulang kepala. Terapi ini bertujuan untujk membantu mengirim sinyal listrik pada otak dan meredakan kejang yang mungkin dapat terjadi.

  • Terapi Diet Ketagenik

Di samping kedua terapi tersebut, terdapat terapi yang dikatakan cukup efektif untuk membantu mengatasi kejang yang terjadi pada penderit anak-anak. Terapi tersebut yaitu diet ketagenik yaitu jenis terapi yang dilakukan dengan mengatur pola makan dengan pola makan dengan kadar lemak yang tinggi, kadar protein yang rendah dan bebas karbohidrat. Selain itu ada terapi tambahan yang dilakukan untuk menghindari pemicu kejang yaitu dengan arometerapi yang mana terapi ini akan dapat membantu membuat si penderita merasa rileks dan meredakan stres.

Untuk kasus epilepsi idiopatik yang mana merupakan kasus epilepsi yang belum diketahui penyebabnya dapat dilakukan dengan menghindari pemicu yang menyebebkan terjadinya kejang.

Nah, bagi sobat yang ingin mengatasi epilepsi secara menyeluruh dengan cepat, tepat dan aman tanpa efek samping. Sobat dapat mencoba untuk menjadikan Walatra Brain Nutrition sebagai obat epilepsi nya. Kandungan yang dimiliki partikel obatnya diketahui akan sangat efektif untuk membantu mengatasi epilepsi secara alami dan menyeluruh dengan cepat dan pastinya dengan aman tanpa efek samping. Untuk informasi lengkapnya bisa langsung klik di sini!!!

Nah, sekian ulasan mengenai epilepsi dan obat epilepsi yang dapat saya sampaikan pada ulasan kali ini. Semoga ulasan obat epilepsi ini dapat bermanfaat bagi sobat sekalian, terutama bagi yang sedang membutuhkannya. Terimkasih telah berkunjung dan menyimak ulasan yang telah saya sampaikan sampai akhir. Cukup sekian dari saya, sampai jumap di ulasan berikutnya ya guys… 🙂 ^^