Obat Hipertensi Sekunder

Obat Hipertensi Sekunder Dan Penyebab, Serta Cara Pengobatan Secara Alami (Tradisional) – Selamat datang kembali disitus resmi kami www.jamuobat.com.  Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas dan memberikan informasi tentang Obat hipertensi sekunder dan penyebab, gejala serta cara pengobatan dan pencegahanya. Mungkin dari kita pernah tau apa itu hipertensi sekunder? Biasanya penyakit hipertensi ini banyak dialami oleh masyarkat umum.

Obat Hipertensi Sekunder

Selain itu biasanya penderita  hipertensi sekunder di alami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia (lansia). Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang bisa menurun dan merupakan penyakit berbahaya karena bisa membunuh secara diam-diam. Hipertensi adalah dimana keadaan tekanan darah seseorang melibihi batas normal. Batas normal tekanan darah orang dewas 120/80 mmHg. Faktanya penyakit hipertensi tidak di alami oleh orang-orang yang lanjut usia saja tetapi banyak orang yang masih berusia muda sudah mengalami penyakit hipertensi.

Hipertensi sekunder merupakan sebuah kondisi dimana tekanan darah menjadi tinggi yang disebabkan oleh efek samping dari penyakit lainnya. Seperti penyakit ginjal, gangguan pada pembuluh darah, penyakit jantung, atau gangguan pada sistem endokrin. Hipertensi sekunder bisa juga terjadi pada ibu hamil saat masa kehamilan. Hipertensi jenis ini perlu membutuhkan penanganan sejak awal. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya komplikasi penyakit yang lebih parah, misalnya stroke, gagal ginjal kronis, atau serangan jantung.

Obat Hipertensi Sekunder Dan Apa Penyebab Serta Gejalanya?

Penyebab hipertensi sekunder adalah sebuah penyakit yang sudah di alami lebih dulu oleh seseorang, anda harus berhati-hati terhadap tekanan darah tinggi karena bisa menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung tiba-tiba dan stroke. Penyakit hipertensi bisa diatsi dengan banyak cara tergantung dari anda yang pengen mengobatinya, anda bisa mengunankan obat-obatan herbal, atau obat hipertensi sekunder, atau dengan mengkonsumsi beberapa makanan seperti buah dan sayur.

Pada umumnya, kebanykan kasus hipertensi atau tekanan darh tinggi tidak diketahui penyebab pastinya. Penyebab yang berkaitan dengan hormon yang berubah akibat beberapa penyakit tertentu. Misalnya beberapa penyakit di bawah ini:

  • Hiperkortisolisme (sindrom Cushing)

Kondisi ini juga bisa merangsang kelenjar adrenal untuk memperduksi hormon kortisol berlebihan. Hal ini bisa terjadi jika seseorang menderita tumor pada kelenjar adrenal, baik yang ganas maupun yang jinak. Yang akibatnya, tekanan darah bisa meningkat.

  • Hiperaldosteronusme (Sindrom Conn)

Kondisi ini juga bisa menyebabkan kelenjar adrenal memicu peroduksi hormon aldosteron sehingga bisa menghambat keluarnya garam dari tubuh. Jika kadar garam di tubuh meningkat, maka hipertensi bisa terjadi.

  • Hiperparatiroidsme

Kondisi ini bisa meningkatkan produksi dari hormon paratiroid. Hormon paratiroid bisa meningkatkan kadar kalsium. Sebagian besar dari penderita hiperparatiroidisme mengalami hipertensi, walau penyebabnya belum jelas.

  • Pheochromocytoma

Pheochromocytoma merupakan penyakit tumor yang berada pada kelenjar adrenal. Kondisi ini bisa memicu produksi hormon adrenalin atau hormon epinefrin dan juga hormon nonadrenalin atau hormon nonepinefrin berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

  • Penyakit Ginjal

Memang ada hubungan gagal ginjal dan hipertensi yang perlu kita ketahui, yaitu jika organ ginjal mengalami gangguan yang ditandai dengan aliran darah menuju ginjal yang terganggu, maka ginjal akan mengeluarkan hormon renin. Hormon renin inilah yang bisa memicu tekanan darah tingi sekunder.

Selain itu, ada juga beberapa pemicu lain yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder terjadi, di antaranya:

  • Hipertensi renovaskular

Hipertensi yang terjadi kaena penyempitan pada kedua arteri uang membawa pasokan darah ke ginjal.

  • Penyakit glomerular

Pemnbengkakan atau kerusakan pada penyaring kecil bernama glomeruli yang berfungsi menyaring zat buangan, termsuk garam, dari dalam tubuh.

  • Kehamilan

Tekanan pada arteri yang umumnya terjadi saat hamil dan dapat mengakibatkan preeklampsia.

  • Obat-obatan

Efek samping dekongestan, obat hipertensi sekunder, obat pereda sakit, pil kontrasepsi, obat antidepresi, obat antiinflamasi nonstreoid (NSAIDS), metamfetamina dan beberapa obat herbal dengan kandungan tertentu dapat meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Tindakan seperti transplantasi oraganpun bisa menjadi salah atu pemicu tingginya tekanan darah.

  • Gangguan Tidur (sleep apnea)

Kerusakan pada dinding pembuluh darah diakrenakan pasokan oksigen yang minim saat tidur.

  • Obesitas

Kondisi ini akan meningkatkan aliran darah dalam tubuh, memicu tekanan yang lebih pada dinding arteri.

Obat Hipertensi Sekunder Dan Bagaimana Gejala Hipertensi Sekunder?

Seseorang yang menderita hipertensi sekunder ini bisa mengalami gejala tekanan darah tinggi. Biar lebih jelasnya, berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai gejal dari kondisi ini.

  • Hipertensi resisten. Tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik di atas 140 mm Hg dan diastolik di atas 90 mm Hg) yang tidak bisa diatasi dengan kombinasi 1 atau 2 obat hipertensi.
  • Tekanan darah yang sangat tinggi. Penderita penyakit ini juga biasa mengalami tekanan darah yang sangat tinggi, yaitu di atas 180/120 mmHg. Tekanan darah tinggi tersebut bisa terjadi pada seseorang walau tidak da riwayat hipertensi di dalam keluarga.
  • Muncul juga gejala penyakit lain yang berkaitan dengan penyebab dari tekanan darah tinggi sekunder tersebut.
  • Serangan hipertensi yang bisa sangat mendadak, bahkan di usia muda sebelum usia 30 tahun atau di usia lanjut  di atas 55 tahun.

Bagaimana Cara Pengobatan Dan Pencegahan Hipertensi Sekunder.

Hipertensi sekunder bisa diobatai dengan cara mengatasi penyakit penyebabnya. Apabila tidak bisa ditangani dengan obat-obtan seperti obat hipertenasi sekunder, baru dipertimbangkan operasi. Berikut beberapa obat hipertensi sekunder yang biasa diberikan:

  • Obat penghambat reseptor angiotensin II (angiotensin II receptor blocker).

Sedikit berbeda denganACE inhibitors, penghambatan dilakukakn terhadap kerja dari zat-zat yang dapat menimbulkan kontraksi pembuluh darah, bukan pada pemebentukannya.

  • Obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors)

Obat ini bekerja dengan mengambat pembentukan zat-zat dalam tubuh yang dapat menimbulkan kontraksi pada pembuluh darah.

  • Obat penghambat beta (beta blockers

Kerja obat ini dakam menurunkan tekanan darah adalah dengan menurunkan kekuatna dan kecepatan denyut jantung serta melebarkan pembuluh darah.

  • Obat penghambat alfa (alpha blocker)

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kontraksi pembuluh darah. Obat penghambat alfa bisa digunakan bersama dengan obat antihipertrnsi lain, khususnya pada hipertensi yang berkaitan dengan kerja hormon adrenalin, seperti: sindrom Conn, sindrom Cushing atau pheochromocytoma.

  • Obat diuretik golongan thiazde

Obat ini bekerja di ginjal, untuk membantu pengeluarn garam dan air dari dalam tubuh, sehingga menurunkan volume darah.

  • Obat pengambat saluran kalsium (calcium chanenel blocker)

Efek obat ini adalah terjadinya relaksasi pembuluh darah dan perlambatan denyut jantung.

Pencegahan Hipertensi Sekunder

Pencegahan terhadap hipertensi sekunder perlu dilakukan dengan cara menghindari penyebabnya dan bisa dengan menggunakan obat hipertensi sekunder. Bisanya penyebab penyakit ini bisa dicegah dengan menurunkan risikonya, yaitu dengan melakukan pola hidup sehat, seperti:

  • Menghindari makan siap saji seperti makanan kaleng, mie atau makanan beku
  • Mengatur pola makan
  • Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Menghindari strees berlebihan
  • Menghindari merokok
  • Mengkonsusmi kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan makanan sehat
  • Mengurangi asupan asam garam
  • Mengendalikan berat badan
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin

Obat Hipertensi Sekunder Secara Alami (Tradisional)

Selain itu berikut ada beberapa obat hipertensi sekunder secara alami dengan menggunakan bahan-bahan atau tanaman yang mudah kita temukan. Berikut obat hipertensi sekunder yang bisa kita temukan dengan bahan-bahan alami:

Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L)

obat hipertensi sekunder

Buah dengan rasas asam ternyata daat menyembuhkan dan mengatasi tekanan darah tinggi dengan kandungan batangnya adalah saponin, tanin, glucside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase. Daunya mengandung tanin sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat. Efek yang ditimbulkan menggunakan obat herbal belimbing wuluh adalah menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang. Begitu banyak kandungan di dalam belimbing wuluh, jadi tak salah belimbing sangat baik untuk dijadikan obat hipertensi sekunder.

Kucai

obat hipertensi sekunder

Khasiatnya kucai sebagai anthipertansi karena kandungan tetrametiloksamida dan ester 17- etadekadesenil. kucai efektif melancarkan peredaran darah sekaligus menghindari pembekuan pada penderita hipertensi. Ternyata kucai selain suka dijadikan bahan makanan dan sayuran, manfaatnya bisa dijadikan obat hipertensi sekunder.

Mengkudu

obat hipertensi sekunder

Ekstrak buah mengkudu mengandung xeronin dan peroxeronin yang berfungsi menormalkan fungsi sel yang rusak dalam tubuh manusia, sehingga daya tahan tubuh meningkat serotoain, yaitu senyawa kimia yang menjadi penyebab terjadinya penyempitan darah sehingga tekanan darah meningkat. Jadi mengkudu juga sangat baik untuk dijadikan obat hipertensi sekunder.

Seledri

obat hipertensi

Seledri berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi karena aktivitasnya sebagai kalsium antagonis yang berpengaruh pada tekanan darah. Senyawa aktif dalam seledri bekerja pada reseptor pembuluh darah yang hasil akhirnya memberi efek relaksasi, yang dapat mengurangi ketegangan pembuluh darah. Senyawa 3-butyphyhhalida yang disolasi dari seledri selain memberi aroma harum, juga menurunkan tekanan darh, karena mampu menekan konsentrasi hormonal stres sehingga pembuluh darah kembali melebar. Ahli lain melihat kemampuan seledri membantu menurunkan tekanan darah berkat senyawa aktif sigenin yang mirip kalsium antagois sperti terdapat pada obat hipertensi sekunder.

Mentimun

Obat hipertensi sekunder

Buah mentimun mengandung fosfor, kalium, magnesium, vitamin A, C, E, betakaroten dan asam folat. Jus mentimun juga dapat menurunkan tekanan darah. Saat makan mentimun sebaiknya jangan dikupas kulitnya karena serat kasarnya dapat menurunkan berat badan. Jadi mentimun sangat baik buat di jadikan obat hipertensi sekunder.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai obat hipertensi sekunder dan penyebab, gejala serta cara pengobatan secara alami. Lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi sebaiknya kita bisa mencegah penyakit ini dengan selalu lakukan pola hidup sehat. Apa bila ada gejala penyakit tertentu untuk menghindari komplikasi segera periksaakan ke dokter. Jangan lupa bantu kami share artikel ini ke teman atau orang-orang terdekat kita, supaya orang-orang terdekat kita selalu mandapatakan informasi-informasi kesehatan yang nantinya bisa membantu menjaga kesehatanya. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.