Obat Penyakit Kleptomania

Obat penyakit kleptomania -, Selamat datang di website kami www.jamuobat.com. Disini kami menyedian informasi dan tips seputar kesehatan dan juga tersedia beragam jenis obat herbal terdaftar BPOM dan Halal MUI. Adapun pada kesempatan kali ini, admin akan memberikan informasi seputar pengobatan kleptomania lengkap dengan berbagai gejala dan penyebabnya. Namun, sudahkan Anda tahu apa itu kleptomania?

obat penyakit kleptomania

Kleptomania merupakan suatu kondisi yang termasuk ke dalam ganggaun kendali impulsif, dimana penderitanya tidak bisa menahan diri untuk mencuri atau mengintil barang orang lainnya. Penyakit ini sendiri mampu membuat penderitanya terganggu secara emosional, sehingga malu untuk melakukan pengobatan. Meski pada umumnya kleptomania terbentuk di masa remaja, namun ada juga yang mucul setelah dewasa.

Para penderita kleptomania juga biasanya melancarkan aksinya di tempat umum, seperti warung maupun toko. Namun, ada sebagian juga yang melakukannya dengan menguntil rumah teman dan sebagainya. Gangguan ini bisa menimpa anak-anak, remaja atau dewasa. Bahkan pada kasus yang jarang terjadi, gangguan ini juga bisa dialami pada usia tua.

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka dapat menimbulkan berbagai masalah pada kehidupan penderitanya. Seperti halnya masalah emosional, pekerjaan, keluarga bahkan hukum. Maka dari itu, ada baiknya pengobatan segera dilakukan untuk mengantisipasi atau mencegah timbulnya masalah yang ditimbulkan.

Pilihan obat penyakit kleptomania secara medis

Kleptomania sejatinya tidak dapat disembuhkan. Namun, kondisi ini nyatanya bisa ditangani dengan perawatan medis yang tepat. Adapun pengobatan yang diberikan untuk cara mengatasi kleptomania adalah sebagai berikut.

  • Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang umumnya diterapkan pada perilaku kleptomania ialah terapi perilaku kognitif. Melalui obat penyakit kelptomania ini, pasien kemudian akan diberikan gambaran mengenai perbuatan yang dilakukan serta akibat yang akan diterima. Dan juga melalui gambaran tersebut, pasien akan menyadari bahwasannya pencurian yang ia lakukan selama ini adalah hal yang salah. Pasien juga akan diajarkan untuk cara melawan dan mengendalikan keinganannya yang kuat tersebut dalam mencuri. Misal dengan teknik relaksasi.

  • Obat-obatan

Dokter juga biasanya akan meresepkan obat penyakit kleptomania berupa obat antidepresan jenis selective serotonin reuptake inbihator (SSRI). Obat tersebbut akan bekerja dengan membuat serotonin bekerja menjadi lebih efektif. Dan satonin yang bekerja aktif dalam otak akan membantu menstabilkan emosi. Selain dari pada itu, dokter juga mungkin akan meresepkan obat penyakit kleptomania seperti opioid antagonist, yang mana memiliki fungsi untuk menurunkan keinginana atau dorongan mencuri, juga rasa senang setelah mencuri.

Pada dasarnya, pengobatan berkelanjutan sangat di butuhkan untuk mencegah terjadinya kleptomania kambuh. Dan apabila gejala sudah membaik, namun terkadang timbul keinginan untuk mencuri lagi, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

√ penyebab kleptomania

Hingga saat ini penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini diperkirakan teradi lantaran adanyaperubahan komposisi kimia didalam otak. Sehingga timbulah dugaan bahwa perilaku impulsif ini muncul lantaran gangguan zat kimia di otak. Seperti halnya menurunnya kadar serotonin atau hormon yang bertugas mengatur emosi, ketidakseimbangan sistem opoid otak yang mengakibatkan keingan untuk mencuri tidak bisa ditahan, hingga terjadi pelepasan dopamin, yang mana menjadikan pelaku merasa senang atas perbuatannya bahkan cenderung ketagihan.

Selain dari pada itu, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang mengalami kleptomania. Diantaranya:

  • Riwayat keluarga. Kleptomania diketahui sangat rentan terjadi pada seseorang dari keluaga yang memiliki riwayat menderita kleptomania, pecandu alkohol hingga pengguna narkoba.
  • Riwayat penyakit mental. Penderita kleptomania juga umumnya juga mengalami gangguan mental lainnya seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan atau gangguan kepribadian.
  • Jenis kelamin. Diketahui bahwa dua dari penderita kleptomania adalah perempuan.

√ Gejala kleptomania

Adapun untuk ciri-ciri kleptomania yang perlu Anda ketahui disini adalah, gangguan mental ini berbeda dengan kasus pencurian yang bersifat kriminal. Adapun sejumlah tanda dan gejala yang perlu Anda ketahui terhadap penderita kleptomania adalah sebagai berikut:

  • Penderita kleptomania akan selalu gagal menolak dorongan yang kuar untuk mencuri, meski barang yang dicuri adalah sesuatu yang tidak berharga bahkan tidak dibutuhkan. Hal ini sendiri berbeda dengan kasus pencurian yang bersifat kriminal yang mencuri barang berharga dan bernilai tinggi.
  • Penderita pada umumnya akan merasa cemas dan tegang saat hendak melakukan pencurian. Kemudian timbul rasa senang dan puas setelah ia berhasil melakukan aksinya. Namun setelah itu, kemudian muncul rasa bersalah, menyesal, malu dan takut tertangkap. Namun meski demian, ia tak bisa menahan diri untuk mengulangi perbuatannya tersebut.
  • Penderita kleptomania umumnya akan melancarkan aksinya secara spontan dan seorang diri. Berbeda dengan kasus kriminal yang sering melibatkan orang lain hingga menyusun rencana sebelum mencuri.
  • Barang yang telah dicuri akan digunakan untuk sendiri. Selain itu, penderitanya juga akan membuang barang curian tersebut atau memberikannya ke teman maupun keluarga.
  • Pencurian yang mereka lakukan juga tidak berhubungan dengan respon terhadap delusi dan halusinasi. Bukan juga akibat kemarahan maupun balas dendam.

Jika beberapa gejala tersebut dialami oleh Anda, sebaiknya segera periksakan kondisi Anda ke dokter maupun psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

√ Komplikasi penyakit kleptomania

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwasannya kondisi ini perlu ditangani lebih lanjut secepat mungkin. Karena apabila dibiarkan secara berlarut-larut, maka dapat memicu timbulnya berbagai masalah pada kehidupan si penderita. Mulai dari masalah emosional hingga masalah hukum. Contohnya, penderita kleptomania mungkin akan merasa bersalah, bahkan membenci dirinya sendiri. Perasaan tersebut muncul dari kesadaran bahwasannya mencuri adakah tindakan yang tidak baik, akan tetaoi ia tidak bisa menahan dorongan untuk mencuri.

Adapun kondisi lainnya yang sering kali dikaitkan dengan kleptomania sebagai komplikasinya adalah depresi, penyalahgunaan alkohol, cemas, gangguan kepribadian, gangguan bipolar hingga percobaan bunuh diri.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini terkait obat penyakit kleptomania, lengkap dengan informasi gejala penyebab dan komplikasinya. Semoga apa yang telah kami sampaikan bermanfaat dan setidaknya bisa meringan beban Anda yang kini tengah menderita atau memiliki sanak saudara yang memiliki gangguan ini. Salam sehat!