Obat Penyakit Malaria

Obat penyakit malaria -, Selamat datang kembali di portal kesehatan online www.jamuobat.com. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi terkait pengobatan malaria secara alami, lengkap dengan gejala dan juga penyebabnya. Ya, malaria merupakan penyakit infeksi yang menyebar melalui satu gigitan nyamuk yang telah terinfeksi parasit. Kondisi ini pada dasarnya memerlukan penganagan yang tepat, lantaranbisa menyebabakan kematian.

obat penyakit malaria

Di Indonesia sendiri, angka penderita malaria pada awalnya sangat tinggi. Namun setelah Indonesia bergabung dengan negara-negara lainnya dalam Millenium Development Goals atau MDGs (sebuah komeitmen global untuk memberantas seluruh penyakit, termasuk malaria), sejak tahun 2011 angka penderita penyakit ini kian menurun. Meski begitu, Indonesia hingga kini belum bebas 100% dari penyakit endemik ini. Terutama di Indonesia bagian timur, seperti papua, NTT, Maluku dan Bengkulu, yang menjadi daerah penyumbang terbanyak kejadian Malaria di Indonesia.

Penyakit malaria sendiri termasuk jenis penyakit menular, yang bisa terjadi pada anak-anak, dewasa, hingga lansia. Hanya saja, penularannya jarang sekali terjadi secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Adapun cara penularannya sendiri terjadi melalui kontak langsung dengan darah penderita. Seperti proses transfusi darah, jarum suntik, termasuk janin didalam kandungan juga bisa terinfeksi malaria lantaran tertular dari darah sang ibu.

Penyebab dan gejala penyakit malaria yang harus diwaspadai

Sebagaimana yang telah kami jelaskan di awal, bahwasannya penyebab malaria sendiri disebabkan oleh parasit, yang hanya disebarkan oleh nyamuk jenis Anoplehes betina. Adapun parasit yang dimakasud adalah berbagai jenis parasit Plasmodium. Meski begitu, hanya ada 5 jenis yang diketahui dapat menyebabkan malaria pada manusia. Di Indonesia, kasus malaria yang banyak di temukan disebabkan oleh Plasmodium falcirapum dan Plasmodium vivax.

Biasanya nyamuk anopleheas ini akan menggigit mangasanya pada malam hari. Nah, setelah gigitan nyamuk terjadi, selanjutnya parasit yang dibawa oleh nyamuk akan masuk ke aliran darah dan kemudian bergerak ke organ hati. Dan situlah infeksi akan terjadi dan berkembang. Dan dari situ pula, parasit akan masuk kembali ke aliran darah dan menyerang sel darah merah, untuk memanfaatkannya sebagai tempat berkembang biak.

Adapun Tanda dan gejala awal dari malaria yang sering kali muncul adalah sebagai berikut:

  • Demam yang tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Anemia
  • Berkeringat dingin
  • Mual dan muntah
  • Kejang
  • Tinja berdarah

Berbagai gejala penyakit malaria tersebut umumnya akan muncul setelah Anda tergigit oleh nyamuk yang telah terinfeksi parasit plasmodium. Adapun masa inkubasi atau waktu antara gigitan nyamuk malaria dan dimulainya gejala tergantung terhadap jenis malaria dan parasit yang menginfeksi. Untuk mengetahui masa iinkubasi penyakit malaria selengkanya bisa Anda simak  dalam tabel berikut.

Jenis infeksiJenis parasitMasa inkubasi
Malria tertianaPlasmodium vivax± 12-17 hari
Malaria tropikaPlasmodium falciparum ± 9-14 hari
Malaria kuartanaPlasmodium malariae ± 18-40 hari
Malaria ovalePlasmodium ovale ± 16-18 hari

Meski terlihat tidak membahayakan, namun nyatanya penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera diatas dengan baik. Selain dengan menggunkan obat malaria resep dokter, ternyata terdapat berbagai bahan alami yang bisa kita manfaakan sebagai obat tradisional malaria.

Obat penyakit malaria alami terbaru yang ampuh dari tumbuhan tradisional

Terdapat berbagai bahan alami disekitar kita, yang diketahui memiliki kandungan bermanfaat sebagai jamu atau obat penyakit malaria, bahkan beberapa diantaranya menjadi obat malaria alami untuk ibu hamil bahkan anak-anak yang aman juga ampuh. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Kayu manis

Tumbuhan tradisional pertama yang bisa Anda jadikan sebagai obat penyakit malaria ialah kayu manis. Diadlamnya sendiri terkandung senyawa alami yang disebut dengan cinnamaldehyde. Senyawa tersebut bersifat sebagai antiinflamasi yang dapat mengurangi bergai gejala penyakit malaria seperti diare hingga sakit kepala. Untuk itu, minum teh kayu manis setiap pagi, untuk mengurangi berbagai gejala tersebut.

2. Jahe

Obat malaria dari tumbuhan lainnya adalah jahe. Didalam jahe sendiri diketahui terkandung zat yang disebut dengan gingeraol, yang mana memiliki peran seperti agen antiinflamasi dan antibakteri. Sehingga obat ini efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh penderita malaria dengan cepat. Maka dari itu, Anda bisa merebus jahe dalam secangkir air selama 20 menit.

3. Daun pepaya

Dan dan juga bunga pepaya juga diketahui cukup manjur untuk dimanfaatkan sebagai obat penyakit malaria secara non medis. Untuk itu, Anda bisa mengonsumsi air rebusan daun pepaya secara teratur hingga gejala mereda. Bahkan tak hanya sebagai pengobatan, penyajian sayuran dari daun dan bunga pepaya yang dikonsumsi secara teratur juga bisa menjadi upaya pencegahatan terjangkitnya penyakit endemik ini. Adapun untuk wanita hamil, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu, sebelum menggunakan ramuan ini.

4. Lengkuas

Bahan alami yang memiliki nama ilmiah Apinia galanga ini juga bisa Anda manfaatkan sebagai obat penyakit malaria. Didalamnya sendiri terkandungan galangol, ceineol, pinene dan eugenol. Dimana kesemua kandungannya memiliki khasiat untuk mengobati demam, pembesaran limpa dan bebagai gejala malaria lainnya. Adapun penggunaan lengkuas sebagai obat tradisional untuk penyakit malaria ini bisa dilakukan dengan merebus lengkuas menggunakan air mendidih, dan jika sudah dingin air rebusan tersebut bisa dikonsumsi secara teratur hingga kondisi membaik.

5. Jinten hitam

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Nigella sativa, atau yang juga sering disebut sebagai habbatussauda ini juga bisa menjadi pilihan aternatif lainnya untuk mengobati malaria. Herbal yang satu ini telah sejak lama dikenal mampu membantu penyembuhan beragam jenis penyakit termasuk malaria. Adapun untuk penggunaannya sebagai obat penyakit malaria tradisional, Anda bisa mengonsumsi ekstrak jinten hitam maupun minyak jinten hitam yang bisa Anda dapatkan di apotik maupun toko obat herbal lainnya.

Selain dari pada itu, masih banyak lagi bahan alami lainnya yang bisa Anda manfaatkan sebagai obat penyakit malaria herbal. Diantaranya adalah temulawak, sidaguri, pare, jeruk nipis, brotowali, kina, grapefruit dan sambiloto. Hanya saja untuk ibu hamil, sebelum mengonsumsinya diharapkan telah berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Sekian irformasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan salam sehat!