Obat Perimenopause Pada Wanita

Obat perimenopause -, Selamat datang bagi Anda yang tengah berkunjung di portal kesehatan online www. jamuobat.com. Dalam halaman ini kami akan menginformasikan terkait pengobatan perimenopause, yang mungkin kini tengah banyak di cari oleh para wanita. Disini juga kami akan membahas lengkap terkait penyebab dan gejalanya yang sering kali muncul. Lalu sebenarnya, apa itu perimenaopause?

obat perimenopause

Perimenopause sendiri dapat diartikan sebagai fase transisi seorang wanita menuju menopause, yang dimulai beberapa tahun sebelum menopause terjadi. Dan pada periode ini, hormon estrogen umumnya akan mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak teratur. Hal tersebut tak jarang menimbulkan dampak terhadap siklus menstruasi wanita pada masa perimenopasuse.

Adapun setiap perempuan memulai fase perimenopause ini pada usia yang berbeda-beda. Namun kondisi ini biasanya dialami di usia 30-40 tahunan. Periode ini umumnya berlangsung selama 4 tahun. Akan tetapi, juga dapat terjadi dalam waktu beberapa bulan hingga 10 tahun. Dan perimenopause sendiri akan berakhir dan kemudian disebut dengan menopause saat seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan lamanya.

Akibat ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada masa perimenopause ini, tak sedikit wanita yang mengalaminya kini tengah mencari informasi terkait jenis pengobatan, guna mengurangi gejala yang ditimbulkannya. Namun Anda tak perlu bingung lagi. Karena ternyata terdapat beberapa cara dan juga terapi pengobatan medis yang bisa dijadikan sebagai obat perimenopause.

Terapi dan obat perimenopause yang masih jarang diketahui

Sejatinya, perimenopause adalah kondisi alami yang tak dapat dielakan lagi bagi seorang wanita. Sehingga, tidak diperlukan obat-obatan untuk mengatasinya. Meski demikian diketahui terdapat beberapa jenis obat yang diresepkan dokter untuk meringankan berbagai gejala yang dialami. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Terapi hormon

Salah satu penanganan efektif untuk meredakan gejala perimenopause ialah dengan melakukan terapi eestrogen sistemik. Adapun jenis terapi hormon estrogen ini pun bervariasi. Mulai dari pil, obat tempel di kulit, gel hingga krim.

  • Estrogen vaginal

Pengobatan perimenopause ini sering dilakukan untuk menanganivagina keringg yang disebabakan oleh masa transisi ini. Hormon estrogen umumnya bisa dimasukan ke dalam vagina dengan menggunalan tablet, ring hingga krim vagina. Selain dari pada itu, terapi pengobatan ini juga dapat mengurangi rasa nyeri saat melakukan hubungan seksua; serta gangguan kemih yang dialami oleh wanita pada masa perimenopause ini.

  • Gabapentin

Tak hanya digunakan untuk kejang-kejang, jenis obat ini juga ternyata bisan mengurangi hot flashes atau gejala kondisi perimenopause. Jenis obat ini juga bisa digunakan pada pasien wanita yang tidakbisa melakukan terapi hormon.

  • Antidepresan

Bebebrapa antidepresan juga diyakin mampu mengurangi hot flashes yang diakibatkan oleh perimenopause. Obat ini biasanya diresepkan bagi mereka yang tidak dapat menerima terapi estrogen lantaran alasan kesehatan lainnya.

Nah, itulah berbagai jenis obat maupun terapi pengobatan yang dapat digunakan dalam mengatasi dan meringankan berbagai gejala yang diakibatkan oleh perimenopause. Lalu, apa yang menjadi penyebab dan ciri-ciri perimenopause itu sendiri?

Berbagai penyebab dan gejala perimenopause yang perlu Anda ketahui

Pada dasarnya, tidak ada penyebab khusus mengapa wanita mengalami perimenopause. Karena ini merupakan kondisi alami yang akan dialami oleh wanita saat transisi menuju menopause. Adapun produksi hormon progesteron dan esterogen didalam tubuh wanita yang turun naik menyebabkan timbulnya beberapa ketidak nyamanan yang dapat dialami oleh wanita saat melewati masa perimenopause ini.

Namun terdapat beberapa hal yang diketahui dapat mengingkatkan faktor resiko seorang wanita mengalami fase perimenopause pada usia lebih muda. Diantaranya adalah:

  • Histerektomi atau prosedur pengangkatan rahim
  • Merokok
  • Pengiobatan kanker
  • Faktor keturunan

Adapun saat melalui fase ini, maka wanita akan mengalami beberapa perubahan pada tubuh meraka. Dimana hal ini disebut-sebut sebagai ciri-ciri perimenopause. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Siklus haid yang tidak teratur. Dimana jeda antara periode akan semakin cepat bahkan semakin lma dari pada biasanya.
  • Hot flashes atau sensasi hangat secara mendadak pada bagian wajah, leher, dan dada yang umum terjadi pada
  • Perubahan mood
  • Gangguan tidur
  • masa perimenopause.
  • Ganguan fungsi kemih dan vagina.
  • Perubahan pada fungsi seksual
  • Menurunnya fertilitias atau kesuburan
  • Terjadi pengeroposan tulang
  • Terjadinya perubahan kadar kolesterol

Apabila berbagai gejala tersebut begitu mengganggu kenyamanan anda dalam beraktivitas, maka sebaiknya segera periksakan kondisi Anda ke dokter. Selain untuk memastikan diagnosis, dokter juga kan memberikan saran dan penanganan yang tepat untuk mengatasi berbagai ketidaknyamanan Anda.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini seputar obat perimenopause lengkap dengan gejala dan penyebabnya. Apabila Anda merasa informasi ini begitu bermanfaat, jangan lupa untuk membagikan informasi ini di berbagai sosial media Anda ya. Salam sehat!