Obat SSSS (Staphylococcus Scaled Skin Syndrome)

Obat SSSS (Staphylococcus Scaled Skin Syndrome) -, Selamat datang kami ucapkan di situs kesehatan dan penjual obat herbal online www.jamuobat.com. Dalam kesempatan kali ini kami akan mencoba memparkan informasi terkait pengobatan SSSS atau Staphylococcus Scaled Skin Syndrome secara medis. Namun sebelum itu, ada baiknya Anda Mengetahui definisi, gejala dan penyabab dari penyakit ini dalam ulasan singkat berikut.

obat ssss

Pernahkah Anda mendengar penyakit SSSS? ya, SSSS sendiri merupakan singkatan dari staphylococcal scaled skin syndrom atau penyakit pada kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus aureus. Infeksi ini tak jarang menyebabkan kulit menjadi kemerahan, melepuh dan juga seperti terbakar. Bhkan dalam kasus yang parah kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi mulai dari dehidrasi, bakteremia dan sepsis, selulitis, hipotermia, pneumonia, cacat hingga kematian.

Adapun bakteri Staphylococcus aureus ini memiliki kemampuan untuk melepaskan toksin yang mana merusak desmosom yang terdapat dalam jaringan kulit. Demosom sendiri meruoakan bagian dari jaringan yang menghubungkan antar sel dan juga berfungsi untuk menjaga keutuhan jaringan dari gangguan mekanis. Demosom sendiri diketahui memiliki tingkat elastisitas yang baik, serta jumlahnya cukup banyak terutama dikulit dan juga jantung.

Namun, jika desmosom ini mengalami keruksakan maka kibatnya dapat mengakibatkan jaringan menjadi mudah rusak akibat gangguan mekanis. SSS juga pada umumnya dikenal dengan nama penyakit Ritter atau penyakit Lyell jika terjadi pada anak-anak.

Apa saja gejala SSSS?

Beberapa gejala umum yang muncul pada penyakit SSSS diantaranya ialah demam, ruam, iritasi dan kemerahan pada kulit yang menyebar, munculnya lepuhan pada kulit yang berisi cairan, tubuh menjadi lemah hingga mengalami dehidrasi.

Adapun berbagai karakteristik ruam yang muncul pada penderita SSSS diantaranya adalah:

  • Munculnya lipatan pada kulit layaknya lipatan kertas yang kemudian berubah menjadi lepuhan kulit dan mengandung cairan terutama dibagian ketiak, selangkangan dan disekitar hidung juga telinga.
  • Terjadi pelepasan kulit ari yang mana dapat terlihat pada hamparan atau pakaian.
  • Ruam umumnya bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Seperti lengan, kaki dan juga tungkai. Adapun jika terjadi pada bayi, maka dapat ditemukan terutama pada area popok dan juga pusar
  • Bagian kulit yang terinfeksi pada umumnya akan terasa sakit saat di raba.

Apa penyebab penyakit SSSS?

Seperti halnya yang telah di jelaskan di awal bahwasannya penyebab SSSS dikarenakan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini umumnya bisa bersifat komersial (hidup normal di kulit manusia tanpammenimbulkan kerugian, namun juga bersifat patogen (menimbulkan penyakit). Lebih lanjutnya lagi, SSSS sendiri disebabkan oleh aktivitas eksosotoksin atau pengeluaran racun bakteri staphylococcus aureus yang mana merusak jaringan kulit.

Penyakit SSSS ini pada umumnya sering menyerang mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah tanpa terpaut usia. Namun kondisi ini lebih dominan terjadi pada anak-anak, terutama anak-anak usia dibawah 5 tahun hingga bayi baru lahir sekalipun. Hal tersebut lantaran sistem kekebalan tubuhnya yang belum berkembang dengan baik. Selain itu, sistem eksresinya juga belum berfungsi secara optimal.

Obat SSSS (Staphylococcus Scaled Skin Syndrome) dan perawatannya secara medis

Jika serangkaian diagnosisi SSS telah dilakukan dan hasilnya menujukkan postif terserang penyakit ini, maka sebaiknya pengobatan segera dilakukan untuk mengurangi keparahan gejala. Namun sebelum dokter melakukan pengobatan terhadap penyakit ini, terutama pada bayi dan balita, umumnya dokter akan mempertimbangkan beberapa hal seperti usia, tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan secara umum dan lainnya.

Sejatinya tidak ada obat SSSS secara khusus yang dapat mengatasi penyakit ini. Namun setidaknya terdapat 2 jenis perawatan dan penanganan penyakit SSSS yang umumnya sering di lakukan. Diantaranya yaitu pengobatan infeksi bakteri serta pengobatan pendukung Selain membutuhkan rawat inap di rumah sakit, penderita SSSS juga umumnya bisa ditangi dengan beberapa jenis antibiotik seperti berikut:

  • Sulfamethoxaxafol dan trimethoprim: Kolaborasi dua antibiotik ini mampu membunuh bakteri penyebab infeksi.
  • Penicillin G procaine: Berfungsi untukmengobati infeksi dengan tingkat keparahan sedang hingga tinggi
  • Nafcillin: Antibiotik alternatif bagi pasien yang resisten terhadap penicillin G.
  • Amoxilin: Digunakan pada penderita yang resisten terhadap antibiotik betalaktam.
  • Cephalosporin (cefazolin dan cephalexin): Antibiotik generasi pertama yang digunakan untuk mencegah pembentukan dinding sel bakteri.
  • Clindamycin: Antibiotik yang bekerja untuk menghambat pembentukan protein pada bakteri khususnya bakteri genus Staphylococcus.
  • Gentamicin: Antibiotik berspektrum luas dan dapat diberikan pada penderita penyakit infeksi bakteri.
  • Tobramycin: Antibiotik yang mampu diberikan pada penderita infeksi bakteri pada penyakit SSSS yang tidak dapat mengonsumsi penicillin.
  • Erythomycin: Antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat pembuatan protein pada bakteri, termasuk pada bakteri staphylococcus aureus.
  • Vancomycin. Antibiotik yang diberikan pada penderita penyakit SSSS yang resisten terhadap penicillin dan cephalosropin
  • Oxacillin: Antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan sel bakteri, dan efektif menghambat stsphylococcus yang mana dapat menghasilkan enzim penisilise.

Untuk mendukung pengobatan antibiotik serta membantu meredakan berbagai gejala dari penyakit SSSS ini, maka sebaiknya dibantu dengan paracetamol, cairan elektrolit, pemakaian pelembab kulit dan juga inkubator. Pada umumnya penyakit SSSS ini bisa disembuhkan dengan pengobatan seara teratur selama 5-7 hari.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini terkait obat SSSS (Staphylococcus Scaled Skin Syndrome) dan penangannya secara medis. Semoga apa yang telah kami sampaikan bermanfaat khususnya bisa meringankan sedikit beban Anda yang tengah mengalami kondisi ini. Salam sehat dan jangan lupa share ya!