Obat Syok Anafilaktik

Obat syok anafilaktik mungkin kini tengah banyak dicari oleh penderitanya. Namun tak hanya obatnya, kemungkinan besar kondisi ini juga masih jarang di dengar dan bahkan belum diketahui sama sekali oleh banyak orang. Padahal kondisi ini merupakan kondisi gawat darurat yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi penyakit, Seperti gagal ginjal, serangan jantung, keruksakan otak hingga syok kardiogenik, apabila tidak segera ditangani.

obat syok anafilaktik

Lalu, apa itu syok anafilaktik?

Syok anafilaktik atau anafilaktis ialah suatu reaksi alergi yang terhitung berat lantaran selain dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga mampu mengancam nyawa penderitanya. Hal tersebut dikarenakan dapat menyebabkan terhentinya detak jantung dan pernapasan. Kondisi ini umumnya terjadi hanya dalam waktu beberapa detik bahkan menit setelah penderitanya terpapar alergen atau penyebab alergi. Baik itu alergi terhadap makanan, beberapa jenis obat tertentu, lateks hingga bisa serangga.

Dan setelah reaksi alergi tersebut terjadi, maka tak jarang tekanan darah penderita menjadi turun secara drastis, dan saluran udara menjadi terhambat sehingga mengganggu pernapasan. Dan akibat gejala yang ditimbulkannya bekembang dengan cepat, Kondisi harus segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat saat terjadi.

√ Penyebab syok anafilaktik

Penyebab kondisi ini diketahui dipicu oleh sistem imun tubuh yang merespon alergen yang dianggap secara berlebihan, sehingga mengakibatkan tekanan darah menjadi turun secara tiba-tiba. (Syok). Alergen sendiri merupakan zat apapun yang bisa menjadi penyebab terjadinya reaksi pada tuhuh penderita. Setidaknya terdapat beberapa jenis alergen yang percaya mampu memicu reaksi syok anafilaktik. Diantaranya:

  • Makanan. Seperi hidangan laut, telur, susu, kacang-kacangan atau buah-buahan.
  • Sengatan serangga. Seperti lebah dan tawon
  • Obat-obatan tertentu. Seperti obat antiinflamasi nonsteroid, antibiotik dan obat bius.
  • Lainnya. Seperti menghirup debu lateks.

Sejumlah faktor lainnya juga dipercaya meningkatkan resiko seseorang mengalami kondisi ini. Diantaranya seperti memiliki riwayat penyakit asma dan alergi, juga riwayat anafilaktik sebelumnya, yang terjadi pada pasien itu sendiri sendiri maupun pada anggota keluarga lainnya.

√ Gejala syok anafilaktik

Pada umumnya gejala awal dari syok anafilaktik ini umumnya akan terlihat seperti gejala alergi berupa ruam dan filek. Hanaya saja setelah 30 menit berlalu, sejumlah gejala serius mulai terlihat. Dan berikut adalah tanda dan ciri-ciri gejala syok anfilaktik yang patut diwaspadai:

  • Badan tiba-tiba terasa hangat
  • Terjadi pembengkakan pada bibir dan lidah
  • Tenggorokan mengalami pembengkakan dan kesuliotan mnelan
  • Adanya sensasi kesemutan pada kulit kepala, mulut, tangan dan kaki
  • Mual, muntah dan diare
  • Sakit perut
  • Nampak bingung dan gelisah
  • Terasa melayang, ingin pingsan hingga kehilangan kesadaran.
  • Mengalami sesak napas dan mengi
  • Jantung berdebar, denyut nadi melemah, keluar keringan dingin dan pucat.

Jika Anda mengalami sejumlah gejala diatas setelah mengonsumi atau terpapar zat alergen, sebaiknya segara larikan ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penangan yang tepat. Karena penting sekali untuk mendapatkan penanganan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan penujang lainnya karena gejalanya yang dapat memburuk dengamn cepat dan membahayakan.

Obat syok anafilaktik secara medis untuk pengobatan yang tepat

Kondisi syok anafilaktik adalah keadaan gawat darurat yang mana membutuhkan penanganan dengan segera. Apabila Anda menemukan pasien yang diguga mengalami kondisi ini sebaiknya segera hubungi bantuan medis. Adapun penanganan syok analfatik sendiri bisa dilakukan berupa pemberian obat syok anafilaktik melalui suntikan dan beberapa prosedur medis lainnya. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Suntikan adrenalin

Suntikan adernalin atau epinefrin merupakan salah satu jenis obat syok anafilaktik yang dipercaya paling efektif dalam mengatasi kondisi ini. suntikan ini harus segera diberikan untuk mengurangi gejala yang terjadi. Mulai dari pembengkakan, melancarkan saluran napas, melegakan pernapasan hingga menormalkan kembali tekanan darah penderita pasien syok anafilaktik.

Suntikan adrenalin kedua mungkin akan diberikan, apabila kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan setelah 5-10 menit dari pemberian suntikan pertama. Bahkan, Apabila Anda pernah mengalami reaksi anafilaksis sebelumnya, maka tak menutup kemungkinan di perlukan dosis yang lebih besar.

  • Oksigen tambahan

Pemberian oksigen ini, juga diperlukan apabila pasien mengalami gejala kesulitan bernapas. Dengan begitu, banuan pemberian oksigen ini bisa meringankan gejala tersebut dan membuat pasien bisa bernapas dengan lega seperti semula.

  • Lakukan CPR

Prosedur ini juga perlu diberikan saat terjadi henti jantung atau henti napas pada penderita syok anafilaktik. CPR (Cardiopulmonary Resusication) sendiri merupakan usaha untuk mengembalikan fungsi pernapasan juga fungsi sirkulasi serta penanganan akibat terhentinya fungsi denyut jantung pada orang yang mengalami kegagalan total secara tiba-tiba.

  • Ciran infus

Obat syok anafilaktik selanjutnya adalah cairan infus. Perawatan ini lakukan untuk memenuhi cairan yang dibutuhkan tubuh pada penderita anafilaktis ini.

  • Obat-obatan lainnya

Beberapa jenis obat-obatan tertentu juga bisa diberikan kepada penderita guna mengurangi gejala yang muncul. Beberapa jenis obat-obatan yang bisa dik tersebut diantara antihistamin, kortikosteroid atau obat beta agonis seperti salbutamol.

√ Cara pencegahan syok anafilaktik

Pada dasarnya, cara terbaik untuk mencegah kondisi gawat darurat anafilaktik ini yaitu dengan menghindari zat alergen. Sehingga pencegaha akan sulit dilakukan, apabila And tidak mengetahui bahwasannya Anda memiliki alergi terhadap zat tertentu. Dan berikut adalah beberapa upaya pencegah yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kondisi ini:

  • Membaca label keterangan pada kemasan makanan.
  • Menghindari zat alergen.
  • Mengonsumsi jenis antibiotik lain yang tidak menyebabkan alergi.
  • Selalu membawa obat syok anafilaktik, terutama adrenalin auto-injector jika anda memiliki riwayat kondisi ini sebelumnya.
  • Bawa juga catatan kecil mengenai daftar alergen dan cara yang harus dilakukan oleh orang-orang disekitar Anda apabila kondisi anafiklatik ini terjadi secara tiba-tiba.
  • Memperbarui persediaan obat-obatan untuk mengantisipasi kondisi gawat darurat terjadi.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan seputar obat syok anafilaktik lengkap dengan gejala, penyebab hingga cara pencegahannya. Semoga selain dapat menambah wawasan kesehatan baru bagi kita, informasi ini juga bisa membantu meringankan beban Anda yang kini tengah mencari panduan perawatan untuk kondisi ini. Apabila Anda merasa informasi kami sangat bermanfaat, jangan lupa untuk membagikannya di berbagai sosial media Anda di bawah ini  ya. Salam sehat!